Info Sehat
Showing posts with label riset. Show all posts
Showing posts with label riset. Show all posts
2:56 AM
Gabungan Tim Dokter dari University of Manchester, University of East Anglia, dan University of Aberden melakukan penelitian baru terhadap sejumlah operasi penurunan berat badan. Mereka mendapatkan hasil signifikan dari data yang diperoleh yaitu ternyata operasi ini mampu mengurangi resiko serangan jantung pada orang gemuk.
Prosedur yang dikenal dengan sebutan operasi bariatrik melibatkan teknik-teknik operasi lambung tertentu. Operasi ini tersedia di National Health Service (NHS) Inggris, dikhususkan untuk pasien-pasien dengan penyakit tertentu.
Hasil riset kesehatan ini dipublikasikan pada International Journal of Cardiology pada hari ini. Mereka menjabarkan sejumlah data dari 14 penelitian yang melibatkan lebih dari 29 ribu pasien obesitas yang menjalani operasi bariatrik. Usia rata-rata orang yang berpartisipasi adalah 48 tahun, 30% merupakan laki-laki, awal penelitian ini diadakan di Amerika Utara, Eropa, dan Australia. Kemudian berlanjut pada pasien obesitas berumur 14 tahun.
Data hasil risetnya juga menjelaskan bahwa serangan jantung yang kerap dialami orang gemuk berkurang 50% setelah menjalani operasi bariatrik ini. Hal ini sangat jelas berbeda dengan orang gemuk yang belum melewati operasi penurunan berat badan ini. Sedangkan hasil riuset lainnya yaitu bahwa tingkat kematian pasca operasi ini berkurang 40%.
Sumber: www.uea.ac.uk
Operasi Lambung Pada Orang Gemuk Kurangi Resiko Serangan Jantung
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Sunday, March 30, 2014 | 2:56 AM
Gabungan Tim Dokter dari University of Manchester, University of East Anglia, dan University of Aberden melakukan penelitian baru terhadap sejumlah operasi penurunan berat badan. Mereka mendapatkan hasil signifikan dari data yang diperoleh yaitu ternyata operasi ini mampu mengurangi resiko serangan jantung pada orang gemuk.
Prosedur yang dikenal dengan sebutan operasi bariatrik melibatkan teknik-teknik operasi lambung tertentu. Operasi ini tersedia di National Health Service (NHS) Inggris, dikhususkan untuk pasien-pasien dengan penyakit tertentu.
Hasil riset kesehatan ini dipublikasikan pada International Journal of Cardiology pada hari ini. Mereka menjabarkan sejumlah data dari 14 penelitian yang melibatkan lebih dari 29 ribu pasien obesitas yang menjalani operasi bariatrik. Usia rata-rata orang yang berpartisipasi adalah 48 tahun, 30% merupakan laki-laki, awal penelitian ini diadakan di Amerika Utara, Eropa, dan Australia. Kemudian berlanjut pada pasien obesitas berumur 14 tahun.
Data hasil risetnya juga menjelaskan bahwa serangan jantung yang kerap dialami orang gemuk berkurang 50% setelah menjalani operasi bariatrik ini. Hal ini sangat jelas berbeda dengan orang gemuk yang belum melewati operasi penurunan berat badan ini. Sedangkan hasil riuset lainnya yaitu bahwa tingkat kematian pasca operasi ini berkurang 40%.
Sumber: www.uea.ac.uk
Labels:
kesehatan,
riset,
riset kesehatan,
serangan jantung
2:12 AM
Ditemukan Bakteri Baik Melawan HIV/Aids
Temuan baru ini pertama kali dipublikasikan oleh tim riset kesehatan dari University of Texas Branch dan Oak Crest Institute of Science (UTMB), Pasadena California AS. Tim gabungan ini mempelajari interaksi semua bakteri baik maupun buruk pada sel-sel kulit vagina wanita. Adapun tujuan utama daripada misi riset ini adalah membuat metode baru dalam mengidentifikasi bakteri baik yang dapat melindungi wanita dari penyakit kelamin serta infeksi HIV/Aids.
Kesehatan vagina wanita sangat tergantung pada simbiosis mutualisme dengan bakteri baik ini. Bakteri ini hidup dan berinteraksi pada sel kulit vagina. Karena sifatnya yang menguntungkan, bakteri ini mampu menjadi tameng penjagaan secara fisik dan kimia dari aktifitas bakteri jahat dan virus HIV/Aids.
Metode ilmiah yang dilakukan mereka adalah dengan menumbuhkan sel-sel kulit vagina wanita pada sebuah pring dengan tujuan membuat semacam permukaan yang dapat mendukung interaksi antara koloni bakteri baik dan buruk yang telah mereka kumpulkan dari sejumlah wanita.
Pimpinan tim riset kesehatan Richard Pyles dari UTMB, melaporkan pada journal PloS One bahwa metode ini berhasil menemukan sebuah komunitas bakteri tertentu yang mampu mengubah pola kerja virus HIV/Aids ini. Selain itu, secara cermat mereka melakukan evaluasi ketat terhadap setiap komunitas bakteri ini untuk mengidentifikasi karakter bakteri yang dapat melemahkan pertahanan jenis virus mematikan ini.
Tim riset ini juga menjelaskan bahwa sistem ini sangat potensial dalam mengevaluasi obat antimikroba yang ada pada saat ini, sehingga interaksi antar bakteri ini dapat diketahui. Menurut mereka, studi yang sedang dikembangkan ini berkaitan erat dengan gejala-gejala yang disebut vaginosis bakteri yang secara substansial mengurangi aktivitas antivirus dari anti HIV yang ada saat ini.
Tim riset ini juga menambahkan, permukaan vagina wanita akan sehat bila didudukioleh bakteri baik dan antivirus yang secara signifikan mampu mengurangi laju pergerakan virus HIV, dan hasilnya berbeda bila hanya menggunakan antivirus saja tanpa bakteri ini.
Sedangkan pimpinan dari Oak Crest, Dr. Marc Baum mengatakan “model bakteri ini unik, karena dengan setianya menciptakan lingkungan sekitar vagina wanita menjadi sehat”. “ Saya percaya hal ini menjadi nilai besar dalam penelitian penyakit seksual menular” dia menambahkan.
sumber : www.utmb.edu
Kesehatan vagina wanita sangat tergantung pada simbiosis mutualisme dengan bakteri baik ini. Bakteri ini hidup dan berinteraksi pada sel kulit vagina. Karena sifatnya yang menguntungkan, bakteri ini mampu menjadi tameng penjagaan secara fisik dan kimia dari aktifitas bakteri jahat dan virus HIV/Aids.
Metode ilmiah yang dilakukan mereka adalah dengan menumbuhkan sel-sel kulit vagina wanita pada sebuah pring dengan tujuan membuat semacam permukaan yang dapat mendukung interaksi antara koloni bakteri baik dan buruk yang telah mereka kumpulkan dari sejumlah wanita.
Pimpinan tim riset kesehatan Richard Pyles dari UTMB, melaporkan pada journal PloS One bahwa metode ini berhasil menemukan sebuah komunitas bakteri tertentu yang mampu mengubah pola kerja virus HIV/Aids ini. Selain itu, secara cermat mereka melakukan evaluasi ketat terhadap setiap komunitas bakteri ini untuk mengidentifikasi karakter bakteri yang dapat melemahkan pertahanan jenis virus mematikan ini.
Tim riset ini juga menjelaskan bahwa sistem ini sangat potensial dalam mengevaluasi obat antimikroba yang ada pada saat ini, sehingga interaksi antar bakteri ini dapat diketahui. Menurut mereka, studi yang sedang dikembangkan ini berkaitan erat dengan gejala-gejala yang disebut vaginosis bakteri yang secara substansial mengurangi aktivitas antivirus dari anti HIV yang ada saat ini.
Tim riset ini juga menambahkan, permukaan vagina wanita akan sehat bila didudukioleh bakteri baik dan antivirus yang secara signifikan mampu mengurangi laju pergerakan virus HIV, dan hasilnya berbeda bila hanya menggunakan antivirus saja tanpa bakteri ini.
Sedangkan pimpinan dari Oak Crest, Dr. Marc Baum mengatakan “model bakteri ini unik, karena dengan setianya menciptakan lingkungan sekitar vagina wanita menjadi sehat”. “ Saya percaya hal ini menjadi nilai besar dalam penelitian penyakit seksual menular” dia menambahkan.
sumber : www.utmb.edu
Labels:
kesehatan,
riset,
riset kesehatan
9:42 PM
Senyawa baru yang terkandung dalam wortel dan peterseli telah ditemukan para ahli riset tanaman dan makanan dari University of Auckland dan NationalCancer of The Netherland. Hasil riset ini telah diterbitkan dalam Journal of Pharmacology. Para ahli mengklaim bahwa falcanol, merupakan senyawa yang terkandung didalam kedua tanaman ini mampu mendukung pengiriman senyawa obat melawan kanker Payudara wanita dengan cara over-expression sejenis protein pelawan kanker atau dikenal dengan BCRP/ABCG2 (Breast Cancer Resistance Protein). Para ahli menjelaskan lebih lanjut tentang kemampuan unik dari senyawa ini, yaitu mampu memilih zat-zat obat yang mana yang akan diarahkan dan diserap sehingga proses kemoterapi kanker payudara ini dapat berjalan sebagaimana diharapkan.
"Pekerjaan ini sangat menarik" Kata Dr. Arjan Scheepens seorang ahli peneliti senior tanaman dan makanan. "Pekerjaan kami adalah membuka cara baru untuk mengubah cara tubuh dalam menyerap senyawa kimia dan senyawa alami, pada akhirnya kami menjadi tertarik pada bagaimana makanan dapat digunakan untuk melengkapi proses pengobatan konvensional sehingga sangat berpotensi dalam memberikan hasil terbaik bagi pasien" tambahnya.
Dengan adanya hasil yang mengejutkan ini, para ahli semakin percaya diri bahwa senyawa yang terdapat di kedua jenis tanaman ini akan mensupport penyembuhan kanker payudara secara perawatan kemoterapi.
Sumber: New Zealand Institute for Plant and Food Research.Story Source
Senyawa Baru Dari Wortel Untuk Kanker Payudara
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Friday, March 28, 2014 | 9:42 PM
Senyawa baru yang terkandung dalam wortel dan peterseli telah ditemukan para ahli riset tanaman dan makanan dari University of Auckland dan NationalCancer of The Netherland. Hasil riset ini telah diterbitkan dalam Journal of Pharmacology. Para ahli mengklaim bahwa falcanol, merupakan senyawa yang terkandung didalam kedua tanaman ini mampu mendukung pengiriman senyawa obat melawan kanker Payudara wanita dengan cara over-expression sejenis protein pelawan kanker atau dikenal dengan BCRP/ABCG2 (Breast Cancer Resistance Protein). Para ahli menjelaskan lebih lanjut tentang kemampuan unik dari senyawa ini, yaitu mampu memilih zat-zat obat yang mana yang akan diarahkan dan diserap sehingga proses kemoterapi kanker payudara ini dapat berjalan sebagaimana diharapkan.
"Pekerjaan ini sangat menarik" Kata Dr. Arjan Scheepens seorang ahli peneliti senior tanaman dan makanan. "Pekerjaan kami adalah membuka cara baru untuk mengubah cara tubuh dalam menyerap senyawa kimia dan senyawa alami, pada akhirnya kami menjadi tertarik pada bagaimana makanan dapat digunakan untuk melengkapi proses pengobatan konvensional sehingga sangat berpotensi dalam memberikan hasil terbaik bagi pasien" tambahnya.
Dengan adanya hasil yang mengejutkan ini, para ahli semakin percaya diri bahwa senyawa yang terdapat di kedua jenis tanaman ini akan mensupport penyembuhan kanker payudara secara perawatan kemoterapi.
Sumber: New Zealand Institute for Plant and Food Research.Story Source
7:32 PM
Tiada yang sempurna di dunia ini, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dibalik kekurangan ada keistimewaan, Tim riset ini secara nyata menjelaskan pentingnya peranan Gen BRCA 1, yang diduga sebagai salah satu biang penyakit kanker payudara pada wanita, namun ternyata mempunyai peranan penting pada proses evolusi otak manusia.
Gen Breast cancer susceptibility gene 1 (BRCA 1) dikenal karena peranannya dalam menekan pertumbuhan tumor payudara dan ovarium, diperlukan dalam perkembangan otak manusia. Sebuah riset yang muncul pada Prosiding The National Academy of Sciences dikembangkangkan oleh Ider Verma dan rekan-rekannya dari the Salk Institute for Biological Studies in La Jolla, California AS. Para ilmuwan ini menjelaskan bahwa BRCA 1 ini memiliki peranan penting dalam evolusi otak manusia. Hal ini di ungkapkan pada situs medicalxpress dengan melakukan penelitian pada seekor tikus yang tidak memiliki gen BRCA 1 pada sel induk sarafnya.
Gen BRCA 1 berperan memperbaiki kerusakan DNA saat proses pembagian atau pembelahan sel. Seorang wanita dengan gen ini, cenderung memiliki resiko tinggi terserang penyakit kanker payudara dan ovarium. Gen BRCA 1 ini terdapat didalam neuroepithelium embrio yaitu sel-sel pembentuk sistem saraf pada embrio. Tim riset ini membuat sebuah hipotesis bahwa tingginya aktivitas BRCA 1 dalam sel saraf pusat menandakan peranannya yang penting bagi perkembangan otak, sedangkan embrionik dan sel saraf pusat pada wanita dewasa sangat rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan radiasi ion. Tim riset menyatakan bahwa gen BRCA 1 inilah yang membantu kerusakan ini.
Untuk menguji hippotesa mereka, tim riset membuat sebuah strain pada embrio seekor tikus yang dimodifikasi secara genetik (tanpa memiliki Gen BRCA 1), setelah tikus tersebut lahir, terbukti tikus ini mempunyai masalah pada koordinasi otot dan menjadi sangat gelisah ketika terpisah dari induknya. Kemudian tim riset memeriksa struktur otak tikus tersebut, mereka menemukan kecacatan pada neokorteks. hipokampus dan cerebellum yang merupakan struktur otak keterlibatannya dalam kognisi serta prosesi motorik. Hal ini sangat tidak normal sebab otak menjadi lebih kecil dari ukuran normalnya.
Selain itu, tim riset juga menemukan bahwa BRCA 1 dapat mencegah Protein ATM kinase dari penghancuran sel pembagi. ATM Kinase menghancurkan sel-sel dengan Double Strand DNA kecuali BRCA 1 yang cenderung menekan aktivitasnya. Hal ini menjelaskan mengapa otak tikus tersebut mengalami tingkat kecacatan yang tinggi akibat dari kematian sel-sel. Ketika itu tim riset kemudian membuat strain yang lain pada tikus tanpa BRCA 1 dan protein ATM kinase, mereka menemukan tikus ini tidak memiliki kontrol pada tubuhnya sama sekali. Maka dari itu Verma dan tim risetnya menyatakan BRCA 1 terlibat dalam evolusi ukuran manusia. Manusia dengan microcephaly primer menderita mutasi dari gen MCPH1, yang mengatur BRCA 1, cenderung memiliki ukuran otak yang sama dengan otak simpanse.
sumber:medicalxpress
credit image:wikipedia
Gen Kanker Payudara Berpengaruh Penting Pada Perkembangan Otak
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Wednesday, March 19, 2014 | 7:32 PM
![]() |
| struktur kompleks BRCA 1 |
Tiada yang sempurna di dunia ini, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dibalik kekurangan ada keistimewaan, Tim riset ini secara nyata menjelaskan pentingnya peranan Gen BRCA 1, yang diduga sebagai salah satu biang penyakit kanker payudara pada wanita, namun ternyata mempunyai peranan penting pada proses evolusi otak manusia.
Gen Breast cancer susceptibility gene 1 (BRCA 1) dikenal karena peranannya dalam menekan pertumbuhan tumor payudara dan ovarium, diperlukan dalam perkembangan otak manusia. Sebuah riset yang muncul pada Prosiding The National Academy of Sciences dikembangkangkan oleh Ider Verma dan rekan-rekannya dari the Salk Institute for Biological Studies in La Jolla, California AS. Para ilmuwan ini menjelaskan bahwa BRCA 1 ini memiliki peranan penting dalam evolusi otak manusia. Hal ini di ungkapkan pada situs medicalxpress dengan melakukan penelitian pada seekor tikus yang tidak memiliki gen BRCA 1 pada sel induk sarafnya.
Gen BRCA 1 berperan memperbaiki kerusakan DNA saat proses pembagian atau pembelahan sel. Seorang wanita dengan gen ini, cenderung memiliki resiko tinggi terserang penyakit kanker payudara dan ovarium. Gen BRCA 1 ini terdapat didalam neuroepithelium embrio yaitu sel-sel pembentuk sistem saraf pada embrio. Tim riset ini membuat sebuah hipotesis bahwa tingginya aktivitas BRCA 1 dalam sel saraf pusat menandakan peranannya yang penting bagi perkembangan otak, sedangkan embrionik dan sel saraf pusat pada wanita dewasa sangat rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan radiasi ion. Tim riset menyatakan bahwa gen BRCA 1 inilah yang membantu kerusakan ini.
Untuk menguji hippotesa mereka, tim riset membuat sebuah strain pada embrio seekor tikus yang dimodifikasi secara genetik (tanpa memiliki Gen BRCA 1), setelah tikus tersebut lahir, terbukti tikus ini mempunyai masalah pada koordinasi otot dan menjadi sangat gelisah ketika terpisah dari induknya. Kemudian tim riset memeriksa struktur otak tikus tersebut, mereka menemukan kecacatan pada neokorteks. hipokampus dan cerebellum yang merupakan struktur otak keterlibatannya dalam kognisi serta prosesi motorik. Hal ini sangat tidak normal sebab otak menjadi lebih kecil dari ukuran normalnya.
Selain itu, tim riset juga menemukan bahwa BRCA 1 dapat mencegah Protein ATM kinase dari penghancuran sel pembagi. ATM Kinase menghancurkan sel-sel dengan Double Strand DNA kecuali BRCA 1 yang cenderung menekan aktivitasnya. Hal ini menjelaskan mengapa otak tikus tersebut mengalami tingkat kecacatan yang tinggi akibat dari kematian sel-sel. Ketika itu tim riset kemudian membuat strain yang lain pada tikus tanpa BRCA 1 dan protein ATM kinase, mereka menemukan tikus ini tidak memiliki kontrol pada tubuhnya sama sekali. Maka dari itu Verma dan tim risetnya menyatakan BRCA 1 terlibat dalam evolusi ukuran manusia. Manusia dengan microcephaly primer menderita mutasi dari gen MCPH1, yang mengatur BRCA 1, cenderung memiliki ukuran otak yang sama dengan otak simpanse.
sumber:medicalxpress
credit image:wikipedia
Labels:
BRCA 1,
kanker payudara,
otak,
penyakit,
riset,
sistem saraf,
wanita
4:37 AM
Perkembangan kesehatan masih terus dilakukan oleh para ilmuwan didunia. Salah satu hal menarik terbarunya kali ini yaitu ternyata sel darah putih mendapatkan kekuatannya untuk bergerak atau berpindah menuju areal luka jaringan tubuh kita justru terletak di telapak kai kita.
Tim Ahli Biologi dan para insinyur dari University Of California, San Diego telah menemukan bagaimana pergerakan dan perpindahan sel-sel darah putih (leukosit) dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak yang juga merupakan hasil respon positif dari sistem kekebalan tubuh. Mereka mengemukakan bahwa pergerakan sel darah putih ini berjalan ke areal jaringan tubuh yang rusak secara bertahap. Sel-sel ini secara berkala membentuk dan memecah terutama pada bagian telapak kaki manusia yang Kemudian menghasilkan kekuatan traksi yang mampu mendorong mereka bergerak maju sebab berkoordinasi dengan protein kontraktil. Penemuan mereka ini dipublikasikan di Journal of Cell Biology pada 17 maret 2014 kemarin. Hasil riset ini merupakan kemajuan penting dalam pengembangan dunia farmakologi terutama untuk mengobati peradangan kronis seperti Arthritis (peradangan sendi), sindrom iritasi usus, diabetes, dan penyakit multiple sclerosis (gangguan atau kerusakan pada sistem saraf dan tulang belakang).
Profesor Juan C. Lasheras dari Departments of Mechanical and Aerospace Engineering and Bioengineering serta Institute for Engineering in Medicine menjelaskan "immune system atau sistem kekebalan tubuh memerlukan migrasi sel darah putih menuju ke titik infeksi dan peradangan untuk membersihkan setiap penyakit dan kemudian memulai segala prosesnya untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, bagaimanapun ketika tubuh mengalami kegagalan dalam mengatur regulasi sel-sel darah putih ini, maka peradangan dapat menjadi kronis sehingga menghasilkan cedera irreversibel serta hilangnya fungsi pada jaringan tersebut". Beliau juga menambahkan "Pemahaman ini adalah tentang bagaimana cara sel-sel ini bekerja dalam menghasilkan kekuatan yang diperlukan untuk bermigrasi dari aliran darah menuju areal peradangan, akan memberikan petunjuk dalam mendesain strategi baru pada proses mekanik khusus untuk mengendalikan pergerakan migrasi mereka".
Riset penelitian tentang pergerakan sel darah putih ini memerlukan pendekatan dan koordinasi interdisipliner keilmuan antara ilmu teknik dan biologi. "hasil Karya ini berkat pendekatan interdisipliner yang di aplikasikan pada alat matematis untuk pertanyaan dasar biologi sel tentang bagaimana sel ini bergerak" Ujar salah satu anggota tim riset Effie Bastounis. "Dengan terlebih dahulu menerapkan metodologi baru untuk mempelajari Dictyostelium amuba , sistem eksperimental sering digunakan para ahli biologi sel, sehingga kami mampu menemukan mekanisme dasar yang mengontrol gerakan amoeboid , yang kita terapkan untuk memahami sel darah putih" ujarnya.
Tim riset ini menggunakan alat analisa terbaru untuk mengukur, dengan tingkat akurasi dan resolusi tinggi. Tim riset hingga saat ini masih mengembangkan teknik dan strategi mereka, dalam mempelajari leukosit (sel darah putih) dan jenis sel amoeboid serta menyelidiki mekanisme migrasi sel kanker dan perkembangannya.
source: medicalexpress
Pergerakan Utama Sel Darah Putih Terletak Di Telapak Kaki Manusia
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Tuesday, March 18, 2014 | 4:37 AM
![]() |
| Add caption |
Perkembangan kesehatan masih terus dilakukan oleh para ilmuwan didunia. Salah satu hal menarik terbarunya kali ini yaitu ternyata sel darah putih mendapatkan kekuatannya untuk bergerak atau berpindah menuju areal luka jaringan tubuh kita justru terletak di telapak kai kita.
Tim Ahli Biologi dan para insinyur dari University Of California, San Diego telah menemukan bagaimana pergerakan dan perpindahan sel-sel darah putih (leukosit) dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak yang juga merupakan hasil respon positif dari sistem kekebalan tubuh. Mereka mengemukakan bahwa pergerakan sel darah putih ini berjalan ke areal jaringan tubuh yang rusak secara bertahap. Sel-sel ini secara berkala membentuk dan memecah terutama pada bagian telapak kaki manusia yang Kemudian menghasilkan kekuatan traksi yang mampu mendorong mereka bergerak maju sebab berkoordinasi dengan protein kontraktil. Penemuan mereka ini dipublikasikan di Journal of Cell Biology pada 17 maret 2014 kemarin. Hasil riset ini merupakan kemajuan penting dalam pengembangan dunia farmakologi terutama untuk mengobati peradangan kronis seperti Arthritis (peradangan sendi), sindrom iritasi usus, diabetes, dan penyakit multiple sclerosis (gangguan atau kerusakan pada sistem saraf dan tulang belakang).
Profesor Juan C. Lasheras dari Departments of Mechanical and Aerospace Engineering and Bioengineering serta Institute for Engineering in Medicine menjelaskan "immune system atau sistem kekebalan tubuh memerlukan migrasi sel darah putih menuju ke titik infeksi dan peradangan untuk membersihkan setiap penyakit dan kemudian memulai segala prosesnya untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, bagaimanapun ketika tubuh mengalami kegagalan dalam mengatur regulasi sel-sel darah putih ini, maka peradangan dapat menjadi kronis sehingga menghasilkan cedera irreversibel serta hilangnya fungsi pada jaringan tersebut". Beliau juga menambahkan "Pemahaman ini adalah tentang bagaimana cara sel-sel ini bekerja dalam menghasilkan kekuatan yang diperlukan untuk bermigrasi dari aliran darah menuju areal peradangan, akan memberikan petunjuk dalam mendesain strategi baru pada proses mekanik khusus untuk mengendalikan pergerakan migrasi mereka".
Riset penelitian tentang pergerakan sel darah putih ini memerlukan pendekatan dan koordinasi interdisipliner keilmuan antara ilmu teknik dan biologi. "hasil Karya ini berkat pendekatan interdisipliner yang di aplikasikan pada alat matematis untuk pertanyaan dasar biologi sel tentang bagaimana sel ini bergerak" Ujar salah satu anggota tim riset Effie Bastounis. "Dengan terlebih dahulu menerapkan metodologi baru untuk mempelajari Dictyostelium amuba , sistem eksperimental sering digunakan para ahli biologi sel, sehingga kami mampu menemukan mekanisme dasar yang mengontrol gerakan amoeboid , yang kita terapkan untuk memahami sel darah putih" ujarnya.
Tim riset ini menggunakan alat analisa terbaru untuk mengukur, dengan tingkat akurasi dan resolusi tinggi. Tim riset hingga saat ini masih mengembangkan teknik dan strategi mereka, dalam mempelajari leukosit (sel darah putih) dan jenis sel amoeboid serta menyelidiki mekanisme migrasi sel kanker dan perkembangannya.
source: medicalexpress
Labels:
riset,
sel darah putih
6:11 PM
Sisa-sisa bau asap rokok yang mengganggu dapat kita cium menempel pada dinding, furniture dan media lainnya ternyata memberikan ancaman yang cukup serius dan dampaknya pada kesehatan kita. Anak-anak cenderung mendapatkan resiko besar dari sisa asap rokok yang menempel pada mainan kesukaan mereka.
Sebuah riset dikhususkan pada penelitian tentang asap rokok ini oleh para ilmuwan dari Universitas California A S. Mereka menemukan senyawa kimia baru yang terbentuk apabila seseorang merokok dalam sebuah ruangan, terlebih puntung rokok ditempatkan didalamnya, hasil riset menjelaskan bahwa kemungkinan terburuk dari senyawa ini adalah terjadinya kerusakan DNA dan sangat berpotensi menyebabkan kanker.
Hasil riset ini merupakan salah satu presentasi dari ribuan presentasi pada pertemuan ke 24 para ahli kimia tingkat nasional Dallas AS (24th National Meeting & Exposition of The American Chemical Society (ACS)).
Sebenarnya hasil riset ini dipresentasikan pertama kali oleh Bo Hang Ph.D ilmuwan dari Lawrence Berkeley National Laboratory (LBNL) tahun 2009 pada pertemuan sebelumnya, kali ini dia menegaskan dengan bukti yang cukup kuat bahwa senyawa ini sangat mengancam kesehatan manusia.
Penelitian lainnya yang dipimpin oleh Hugo Destaillats dari LBNL juga menemukan bahwa kurang lebih 4000 senyawa kimia yang bereaksi dengan udara justeru terhisap oleh orang yang tidak merokok. Disisi lainnya senyawa ini juga bereaksi dengan berbagai jenis polutan lainnya seperti ozon dan asam nitrat, sehingga terbentuk lagi senyawa yang baru dan beberapa diantaranya bersifat karsinogenik. Senyawa ini disingkat dengan NNA, Hang menjelaskan bahwa pada senyawa ini terdapat sebuah nitrosamine khusus pada tembakau yang terikat pada DNA untuk membentuk sebuah gabungan senyawa penyebab kanker dan mutasi genetik.
NNA dapat menhancurkan DNA manuysia secepat senyawa lain yaitu NNK yang merupakan produk sampingan dari nikotin dan karsinogen. Kemungkinan besar kerusakan DNA yang terjadi adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan pembentukan tumor kanker.
Risiko kesehatan terbesar mengarah pada bayi dan balita , katanya. Ketika mereka merangkak kemudian menaruh tangannya pada mainan dan menempelkan di mulut mereka, tanpa disadari oleh kita mereka telah menelan atau menghirup senyawa berbahaya akibat asap rokok.
Solusi yang terbaik untuk kita adalah jangan sampai ruangan dirumah kita dimasuki oleh perokok, bersihkan gorden, furniture dan benda lainnya yang menurut anda terkena atau berbau asap rokok secara berkala.
sumber:American Chemical Society (ACS)
Merokok Dapat Menyebabkan Kanker Di Tubuh Orang Lain
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Monday, March 17, 2014 | 6:11 PM
![]() |
| Add caption |
Sebuah riset dikhususkan pada penelitian tentang asap rokok ini oleh para ilmuwan dari Universitas California A S. Mereka menemukan senyawa kimia baru yang terbentuk apabila seseorang merokok dalam sebuah ruangan, terlebih puntung rokok ditempatkan didalamnya, hasil riset menjelaskan bahwa kemungkinan terburuk dari senyawa ini adalah terjadinya kerusakan DNA dan sangat berpotensi menyebabkan kanker.
Hasil riset ini merupakan salah satu presentasi dari ribuan presentasi pada pertemuan ke 24 para ahli kimia tingkat nasional Dallas AS (24th National Meeting & Exposition of The American Chemical Society (ACS)).
Sebenarnya hasil riset ini dipresentasikan pertama kali oleh Bo Hang Ph.D ilmuwan dari Lawrence Berkeley National Laboratory (LBNL) tahun 2009 pada pertemuan sebelumnya, kali ini dia menegaskan dengan bukti yang cukup kuat bahwa senyawa ini sangat mengancam kesehatan manusia.
Penelitian lainnya yang dipimpin oleh Hugo Destaillats dari LBNL juga menemukan bahwa kurang lebih 4000 senyawa kimia yang bereaksi dengan udara justeru terhisap oleh orang yang tidak merokok. Disisi lainnya senyawa ini juga bereaksi dengan berbagai jenis polutan lainnya seperti ozon dan asam nitrat, sehingga terbentuk lagi senyawa yang baru dan beberapa diantaranya bersifat karsinogenik. Senyawa ini disingkat dengan NNA, Hang menjelaskan bahwa pada senyawa ini terdapat sebuah nitrosamine khusus pada tembakau yang terikat pada DNA untuk membentuk sebuah gabungan senyawa penyebab kanker dan mutasi genetik.
NNA dapat menhancurkan DNA manuysia secepat senyawa lain yaitu NNK yang merupakan produk sampingan dari nikotin dan karsinogen. Kemungkinan besar kerusakan DNA yang terjadi adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan pembentukan tumor kanker.
Risiko kesehatan terbesar mengarah pada bayi dan balita , katanya. Ketika mereka merangkak kemudian menaruh tangannya pada mainan dan menempelkan di mulut mereka, tanpa disadari oleh kita mereka telah menelan atau menghirup senyawa berbahaya akibat asap rokok.
Solusi yang terbaik untuk kita adalah jangan sampai ruangan dirumah kita dimasuki oleh perokok, bersihkan gorden, furniture dan benda lainnya yang menurut anda terkena atau berbau asap rokok secara berkala.
sumber:American Chemical Society (ACS)
2:21 AM
Sebelum lebih jauh memahami artikel ini, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu fungsi stetoskop diantaranya adalah; sebuah alat medis yang sering digunakan dokter untuk memeriksakan kesehatan tekanan darah pasien, paru-paru, jantung, gangguan sistem pencernaan, dan prenatal pada ibu hamil. Sedangkan bagia-bagiannya dapat anda lihat pada gambar dibawah ini:
Saking seringnya para dokter menggunakan stetoskop sebagai alat medis dalam mendiagnosa penyakit pasiennya, bukan berarti seorang dokter steril dari penyakit, kuman, dan bahkan bakteri. Kekhawatiran ini menimbulkan pertanyaan dan masalah serius bagi kepala peneliti Didier Pittet, MD, MS, Director of the Infection Control Program and WHO Collaborating Centre on Patient Safety (Direktur program kontrol infeksi dan pusat kolaborasi WHO untuk keselamatan pasien), dan para peneliti dari University of Geneva Hospitals New York AS. Riset dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Geneva Hospital untuk memeriksa tingkat kontaminasi bakteri terhadap tangan dokter dan stetoskopnya. Isu ini dipublikasikan pada Mayo Clinic Proceedings edisi Maret 2014.
"Dengan pertimbangan bahwa stetoskop digunakan sebagai alat medis, dan kontak langsung dengan pasien berulang kali, hal ini memungkinkan ribuan bakteri (termasuk MRSA) berlabuh pada keduanya (dokter dan stetoskopnya) dan secara signifikan menjadi media transmisinya", ungkap Didier Pittet. Dia juga mengisyaratkan bahwa seorang dokter harus melakukan sterilisasi bakteri dan kuman setelah setiap kali mendiagnosa pasiennya. Isyarat ini di umumkan setelah studi dilakukan pada pemeriksaan 71 orang pasien oleh tiga orang dokter, satu diantaranya menggunakan sarung tangan steril.
Setelah proses pemeriksaan selesai, dua bagian stetoskop yaitu tabung dan diafragma serta 4 bagian pada telapak tangan, terkontaminasi ribuan bakteri. Diafragma stetoskop lebih terkontaminasi daripada bagian lainnya, sedangkan bagian tabung justru lebih terkontaminasi daripada telapak tangan dokter kecuali jari. Selanjutnya seorang dokter yang menggunakan sarung tangan, hanya bagian stetoskopnya saja yang terkontaminasi sedangkan telapak tangannya tetap steril daripada sarung tangannya.
Adapun tujuan dari riset ini dikarenakan masalah serius dari penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) yang merupakan salah satu penyakit berbahaya. Bakteri jahat ini dapat menyerang manusia dan tahan terhadap antibiotik. Walaupun baru-baru ini telah ditemukan antibiotik baru untuk MRSA itu sendiri, upaya antisipasi harus selalu dilakukan untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.
Sebagai tambahan wawasan, sudah sepatutnya kita sadar dan tetap menjaga kesehatan. semoga artikel ini memberi manfaat.
source: science daily
Stetoskop Seorang Dokter Rentan Bakteri?
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Tuesday, March 11, 2014 | 2:21 AM
![]() |
| stetoskop |
Saking seringnya para dokter menggunakan stetoskop sebagai alat medis dalam mendiagnosa penyakit pasiennya, bukan berarti seorang dokter steril dari penyakit, kuman, dan bahkan bakteri. Kekhawatiran ini menimbulkan pertanyaan dan masalah serius bagi kepala peneliti Didier Pittet, MD, MS, Director of the Infection Control Program and WHO Collaborating Centre on Patient Safety (Direktur program kontrol infeksi dan pusat kolaborasi WHO untuk keselamatan pasien), dan para peneliti dari University of Geneva Hospitals New York AS. Riset dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Geneva Hospital untuk memeriksa tingkat kontaminasi bakteri terhadap tangan dokter dan stetoskopnya. Isu ini dipublikasikan pada Mayo Clinic Proceedings edisi Maret 2014.
"Dengan pertimbangan bahwa stetoskop digunakan sebagai alat medis, dan kontak langsung dengan pasien berulang kali, hal ini memungkinkan ribuan bakteri (termasuk MRSA) berlabuh pada keduanya (dokter dan stetoskopnya) dan secara signifikan menjadi media transmisinya", ungkap Didier Pittet. Dia juga mengisyaratkan bahwa seorang dokter harus melakukan sterilisasi bakteri dan kuman setelah setiap kali mendiagnosa pasiennya. Isyarat ini di umumkan setelah studi dilakukan pada pemeriksaan 71 orang pasien oleh tiga orang dokter, satu diantaranya menggunakan sarung tangan steril.
Setelah proses pemeriksaan selesai, dua bagian stetoskop yaitu tabung dan diafragma serta 4 bagian pada telapak tangan, terkontaminasi ribuan bakteri. Diafragma stetoskop lebih terkontaminasi daripada bagian lainnya, sedangkan bagian tabung justru lebih terkontaminasi daripada telapak tangan dokter kecuali jari. Selanjutnya seorang dokter yang menggunakan sarung tangan, hanya bagian stetoskopnya saja yang terkontaminasi sedangkan telapak tangannya tetap steril daripada sarung tangannya.
Adapun tujuan dari riset ini dikarenakan masalah serius dari penyakit MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) yang merupakan salah satu penyakit berbahaya. Bakteri jahat ini dapat menyerang manusia dan tahan terhadap antibiotik. Walaupun baru-baru ini telah ditemukan antibiotik baru untuk MRSA itu sendiri, upaya antisipasi harus selalu dilakukan untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.
Sebagai tambahan wawasan, sudah sepatutnya kita sadar dan tetap menjaga kesehatan. semoga artikel ini memberi manfaat.
source: science daily
12:23 AM
Hewan yang satu ini kecil bentuknya namun sangat mengancam kesehatan manusia, pemerintah RI melalui Departemen Kesehatan telah mencanangkan program 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur. Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita melaksanakan program ini, karena penyakit demam berdarah ini merupakan permasalahan serius dan komplek. Kita pun bisa menambahkan program 3 M diatas dengan 1 M lagi yaitu Mempelajari karakteristik nyamuk Aedes Aegypti ini.
Beberapa minggu terakhir, para peneliti dari Universitas Rockfeller New York AS, melaporkan hasil riset mereka tentang karakteristik nyamuk jenis Aedes Aegypti. Dalam harian newswire.rockefeller.edu mereka menerangkan bahwa hewan kecil ini hanya menyerang manusia dengan sinyal tertentu dan nyamuk memiliki kepandaian dalam memilih korban.
Para peneliti ini melakukan riset dengan cara memberikan isyarat sensorik yang memberikan daya tarik terhadap manusia yaitu Karbon dioksida, Panas, dan Bau-bauan. Ternyata, 2 dari 3 isyarat inilah yang membuat nyamuk menyerang manusia.
Tim peneliti Universitas Rockfeller dari Leslie Vosshall’s Laboratory of Neurogenetics and Behavior menjelaskan bagaimana mendapatkan hasil riset dari hewan ini, ternyata mereka menggunakan teknik editing genome pada percobaan nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan penyakit demam kuning, namun ternyata Mutan itu hilang gen tertentu , yang dikenal sebagai gr3 , yang merupakan kode untuk reseptor karbon dioksida. Tanpa gr3 , nyamuk tidak dapat mendeteksi gas walhasil nyamuk tidak menyerang.
Riset yang dipimpin oleh postdoc Conor McMeniman ini telah lama memperhatikan nyamuk di ruangan khusus dimana nyamuk-nyamuk ini di uji. Para peneliti pertama kali melihat perilaku nyamuk dalam sebuah kotak transparan dan terdapat sebuah piring yang dipanaskan hingga suhunya sama dengan suhu kulit manusia . Ternyata nyamuk tidak tertarik dengan kehangatan kecuali terdapat karbon dioksida didalamnya. Mereka pun melakukan percobaan satu dengan lainnya dengan menggunakan senyawa kimia yang dihasilkan manusia tanpa karbondioksida, namun hasilnya tetap sama, nyamuk bahkan tidak menghampiri piring tersebut. Maka dapat disimpulkan disini bahwa nyamuk hanya menghampiri manusia karena karbondioksida, suhu tubuh, dan bau-bauan.
Motivasi yang luhur dari para peneliti ini dalam mempelajari perilaku nyamuk tiada lain untuk memberikan informasi solusi kesehatan yang tepat untuk mendesain senyawa kimia yang dibutuhkan untuk membasmi nyamuk yang kemudian sangat diharapkan dapat mengurangi korban dari penyakit yang diakibatkan oleh gigitannya seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
Mereka juga menjelaskan sesuatu yang penting bagi kita semua tentang sebuah pertanyaan'; "kenapa nyamuk membutuhkan darah manusia?" jawaban dari mereka adalah;
"karena darah berperan penting untuk memproduksi telur yang subur".
Penulis berharap semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan solusi terhadap masalah yang ditimbulkan oleh hewan kecil ini.
Bila terdapat kesalahan dalam informasi ini, sudah mutlak kesalahan penulis, namun apabila terdapat kebenaran dari isi artikel ini sudah mutlak datang dari Yang Maha Kuasa. Dengan segala hormat penulis mengucapkan terima kasih serta penghargaan bagi mereka yang telah bekerja keras untuk kesehatan dunia.
Sumber artikel: ewswire.rockefeller.edu
Riset Penelitian Nyamuk Aedes aegypti menggigit Dengan Sinyal Tertentu
![]() |
| Aedes Aegypti |
Hewan yang satu ini kecil bentuknya namun sangat mengancam kesehatan manusia, pemerintah RI melalui Departemen Kesehatan telah mencanangkan program 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur. Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita melaksanakan program ini, karena penyakit demam berdarah ini merupakan permasalahan serius dan komplek. Kita pun bisa menambahkan program 3 M diatas dengan 1 M lagi yaitu Mempelajari karakteristik nyamuk Aedes Aegypti ini.
Beberapa minggu terakhir, para peneliti dari Universitas Rockfeller New York AS, melaporkan hasil riset mereka tentang karakteristik nyamuk jenis Aedes Aegypti. Dalam harian newswire.rockefeller.edu mereka menerangkan bahwa hewan kecil ini hanya menyerang manusia dengan sinyal tertentu dan nyamuk memiliki kepandaian dalam memilih korban.
Para peneliti ini melakukan riset dengan cara memberikan isyarat sensorik yang memberikan daya tarik terhadap manusia yaitu Karbon dioksida, Panas, dan Bau-bauan. Ternyata, 2 dari 3 isyarat inilah yang membuat nyamuk menyerang manusia.
Tim peneliti Universitas Rockfeller dari Leslie Vosshall’s Laboratory of Neurogenetics and Behavior menjelaskan bagaimana mendapatkan hasil riset dari hewan ini, ternyata mereka menggunakan teknik editing genome pada percobaan nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan penyakit demam kuning, namun ternyata Mutan itu hilang gen tertentu , yang dikenal sebagai gr3 , yang merupakan kode untuk reseptor karbon dioksida. Tanpa gr3 , nyamuk tidak dapat mendeteksi gas walhasil nyamuk tidak menyerang.
Riset yang dipimpin oleh postdoc Conor McMeniman ini telah lama memperhatikan nyamuk di ruangan khusus dimana nyamuk-nyamuk ini di uji. Para peneliti pertama kali melihat perilaku nyamuk dalam sebuah kotak transparan dan terdapat sebuah piring yang dipanaskan hingga suhunya sama dengan suhu kulit manusia . Ternyata nyamuk tidak tertarik dengan kehangatan kecuali terdapat karbon dioksida didalamnya. Mereka pun melakukan percobaan satu dengan lainnya dengan menggunakan senyawa kimia yang dihasilkan manusia tanpa karbondioksida, namun hasilnya tetap sama, nyamuk bahkan tidak menghampiri piring tersebut. Maka dapat disimpulkan disini bahwa nyamuk hanya menghampiri manusia karena karbondioksida, suhu tubuh, dan bau-bauan.
Motivasi yang luhur dari para peneliti ini dalam mempelajari perilaku nyamuk tiada lain untuk memberikan informasi solusi kesehatan yang tepat untuk mendesain senyawa kimia yang dibutuhkan untuk membasmi nyamuk yang kemudian sangat diharapkan dapat mengurangi korban dari penyakit yang diakibatkan oleh gigitannya seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
Mereka juga menjelaskan sesuatu yang penting bagi kita semua tentang sebuah pertanyaan'; "kenapa nyamuk membutuhkan darah manusia?" jawaban dari mereka adalah;
"karena darah berperan penting untuk memproduksi telur yang subur".
Penulis berharap semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan solusi terhadap masalah yang ditimbulkan oleh hewan kecil ini.
Bila terdapat kesalahan dalam informasi ini, sudah mutlak kesalahan penulis, namun apabila terdapat kebenaran dari isi artikel ini sudah mutlak datang dari Yang Maha Kuasa. Dengan segala hormat penulis mengucapkan terima kasih serta penghargaan bagi mereka yang telah bekerja keras untuk kesehatan dunia.
Sumber artikel: ewswire.rockefeller.edu
Labels:
aedes aegypti,
hewan,
kesehatan,
nyamuk,
riset
7:51 PM
Antibiotik pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris Dr.Alexander Flemming yaitu antibiotik Penisilin pada tahun 1982 di London. Tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam riset terapi pada tahun 1941 oleh Dr. Florey. Antibiotik merupakan zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama
fungi (jamur) dan bakteri tanah, yang dapat menghambat perkembangan atau
membasmi mikroba jenis lain, sedangkan tingkat toksisitasnya(racun)
terhadap manusia relatif kecil.
Baru-baru ini ditemukan antibiotik jenis terbaru oleh Tim Peneliti dari universitas Notre Dame Amerika Serikat yang dipimpin oleh Mayland Chang dan Prof. Shahriar Mobashery, mereka melaporkan dan mengklaim bahwa antibiotik kelas terbaru ini dapat membasmi bakteri MRSA atau methicillin-resistant Staphylococcus Aureus dan juga bakteri lainnya yang dapat mengancam kesehatan publik. Bakteri MRSA ini merupakan salah satu bakteri ganas yang dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat pada jaringan tubuh manusia. MRSA merupakan salah satu tipe bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal terhadap antibiotik. Terdapat dua jenis MRSA yang dapat kita ketahui yaitu Healthcare-Associated (HA-MRSA) penyebaran bakteri jenis ini mudah ditemukan ditempat-tempat kesehatan seperti Rumah Sakit dan Klinik kemudian yang kedua adalah Community-Associated (CA-MRSA) penyebaran bakteri jenis ini dapat ditemukan di tempat-tempat umum seperti ruangan klub fitness, tempat penyimpanan barang/laci, sekolah dan perabotan rumah tangga.
MRSA hingga saat ini masih menjasi masalah kesehatan publik yang cukup serius karena daya tahan bakteri ini terhadap antibiotik yang ada pada saat ini.
Para Ilmuwan yang tergabung dalam Tim peneliti ini telah mempublikasikan hasil penemuannya melalui Journal of the American Chemical Society dengan artikel ilmiah yang berjudul “Discovery of a New Class of Non beta lactam Inhibitors of Penicillin Binding Proteins with Gram Positive Antibacterial Activity.” Tim peneliti telah mencari solusi untuk membasmi MRSA selama bertahun-tahun
Kelas baru antibiotik ini dinamakan Oxadiazoles yang ditemukan dengan cara melakukan silico screening melalui media komputer dan memberikan hasil signifikan untuk pengobatan MRSA serta infeksi-infeksi lainnya. Para peneliti ini melakukan screening pada kurang lebih 1,2 jenis senyawa, namun ternyata hanya oxadiazoles yang yang memiliki ke-efektif-an dalam melakukan biosintesis pada dinding-dinding sel sehingga memungkinkan untuk membasmi MRSA dan Oxadiazole merupakan satu-satunya antibiotik yang dapat dikonsumsi secara oral yang akan segera dipasarkan.
Tim peneliti telah bekerja keras selama ini untuk mecari sedapat mungkin solusi MRSA " "Profesor Mobashery telah bekerja pada mekanisme resistensi MRSA ini untuk waktu yang sangat lama," kata Chang seperti dikutip pada halaman news.nd.edu. Dia juga menambahkan ""kami mengerti seperti apa mekanismenya, sehingga kami dapat merancang strategi pengembangan senyawa ini untuk membasmi MRSA".
Penemuan besar dibidang kesehatan ini tentu saja membuat Greg Crawfod dekan di Universitas Notre Dame ini bangga dan beliau juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas jasa Tim Riset ini. Harapan terbesar mereka tiada lain dapat menyelamatkan jutaan nyawa dari infeksi MRSA ini.
Anti Biotik Jenis Baru Ditemukan Untuk Membasmi Bakteri MRSA
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Sunday, March 9, 2014 | 7:51 PM
![]() |
| Professor Mobashery ( kiri) dan Mayland Chang (kanan) |
Baru-baru ini ditemukan antibiotik jenis terbaru oleh Tim Peneliti dari universitas Notre Dame Amerika Serikat yang dipimpin oleh Mayland Chang dan Prof. Shahriar Mobashery, mereka melaporkan dan mengklaim bahwa antibiotik kelas terbaru ini dapat membasmi bakteri MRSA atau methicillin-resistant Staphylococcus Aureus dan juga bakteri lainnya yang dapat mengancam kesehatan publik. Bakteri MRSA ini merupakan salah satu bakteri ganas yang dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat pada jaringan tubuh manusia. MRSA merupakan salah satu tipe bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal terhadap antibiotik. Terdapat dua jenis MRSA yang dapat kita ketahui yaitu Healthcare-Associated (HA-MRSA) penyebaran bakteri jenis ini mudah ditemukan ditempat-tempat kesehatan seperti Rumah Sakit dan Klinik kemudian yang kedua adalah Community-Associated (CA-MRSA) penyebaran bakteri jenis ini dapat ditemukan di tempat-tempat umum seperti ruangan klub fitness, tempat penyimpanan barang/laci, sekolah dan perabotan rumah tangga.
MRSA hingga saat ini masih menjasi masalah kesehatan publik yang cukup serius karena daya tahan bakteri ini terhadap antibiotik yang ada pada saat ini.
Para Ilmuwan yang tergabung dalam Tim peneliti ini telah mempublikasikan hasil penemuannya melalui Journal of the American Chemical Society dengan artikel ilmiah yang berjudul “Discovery of a New Class of Non beta lactam Inhibitors of Penicillin Binding Proteins with Gram Positive Antibacterial Activity.” Tim peneliti telah mencari solusi untuk membasmi MRSA selama bertahun-tahun
Kelas baru antibiotik ini dinamakan Oxadiazoles yang ditemukan dengan cara melakukan silico screening melalui media komputer dan memberikan hasil signifikan untuk pengobatan MRSA serta infeksi-infeksi lainnya. Para peneliti ini melakukan screening pada kurang lebih 1,2 jenis senyawa, namun ternyata hanya oxadiazoles yang yang memiliki ke-efektif-an dalam melakukan biosintesis pada dinding-dinding sel sehingga memungkinkan untuk membasmi MRSA dan Oxadiazole merupakan satu-satunya antibiotik yang dapat dikonsumsi secara oral yang akan segera dipasarkan.
Tim peneliti telah bekerja keras selama ini untuk mecari sedapat mungkin solusi MRSA " "Profesor Mobashery telah bekerja pada mekanisme resistensi MRSA ini untuk waktu yang sangat lama," kata Chang seperti dikutip pada halaman news.nd.edu. Dia juga menambahkan ""kami mengerti seperti apa mekanismenya, sehingga kami dapat merancang strategi pengembangan senyawa ini untuk membasmi MRSA".
Penemuan besar dibidang kesehatan ini tentu saja membuat Greg Crawfod dekan di Universitas Notre Dame ini bangga dan beliau juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas jasa Tim Riset ini. Harapan terbesar mereka tiada lain dapat menyelamatkan jutaan nyawa dari infeksi MRSA ini.
Labels:
antibiotik,
kesehatan,
MRSA,
riset














