Info Sehat
Showing posts with label wanita. Show all posts
Showing posts with label wanita. Show all posts
5:57 PM
Tips Memilih Produk Perawatan Kulit Wajah Berjerawat
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Friday, March 21, 2014 | 5:57 PM
Wanita mana ynag tidak ingin tampil cantik, dengan wajah yang tampak bercahaya? Hati-hati pada kalimat tadi, terkadang para wanita mudah terbuai oleh iklan-iklan produk kecantikan di Televisi, wawasan terhadap jenis bahan dari produk perawatan kulit sangat penting untuk mencegah lebih banyak lagi jerawat yang muncul. Tips kali ini akan mengulas tentang bagaimana cara memilih produk skin care atau perawatan kulit wajah untuk mereka yang berminyak dan berjerawat.
Moisturiser
Wanita yang memiliki jerawat diwajahnya sering menganggap bahwa dirinya sudah tidak perlu lagi pelembab kulit wajah, karena kulitnya yang sudah berminyak dan memakai pelembab hanya menambah masalah. Namun itu semua hanya sebatas mitos belaka yang perlu ditinggalkan. Padahal sebenarnya kulit wajah berjerawat membutuhkan pelembab setiap hari, sangat penting bagi mereka yang menggunakan krim khusus. Hal ini diungkapkan oleh Dr Neetu Saini dari American Academy of Aesthetic medicine, pastikan selalu produk pelembab kulit wajah mengandung Benzoil Peroksida yang mempunyai efek mengeringkan, dengan adanya zat ini dalam pelembab juga dapat memberikan kelembaban yang butuhkan sehingga kulit wajah tetap dalam kekeringan yang normal dan terhindar dari iritasi. Tapi, bukan hanya itu saja, wanita harus mendapatkan sesuatu yang perfect dengan kondisi dan jenis kulit mereka. NON COMEDOGENIC, label ini harus terdapat pada produk moisturiser anda. Arti istilah ini adalah kandungan dalam moisturiser anda tidak sampai membuat pori-pori kulit tersumbat. Kemudian Gliserin dan Asam Hyaluronic, kedua zat ini sangat berperan dalam menjaga kelembaban yang seimbang dan tidak mengakibatkan iritasi kulit serta tidak menyumbat pori-pori.
Fokus lagi pada produk moisturiser anda. Wanita harus mewaspadai produk berbentuk krim yang mengandung cocoa, butter, mineral oil, krim pendingin, dan lain sejenisnya, karena zat-zat ini sangat rentan mengundang jerawat lebih banyak lagi, jadinya, hindari pelembab dengan kandungan zat-zat ini.
Scrub dan Masker
Menurut ahli Dermatologi, produk perawatan kulit jenis scrub sebenarnya tidak membantu mengobati atau bahkan mengurangi jerawat. Sebaiknya Masker wajah juga mulai dikurangi penggunaanya. produk perawatan kulit wajah berjerawat yang anda butuhkan ini adalah cleaner atau pembersih yang lembut dan NON-ABRASIF yang sesuai jenis kulit. Pengelupasan kulit akan terjadi jika anda menggosok terlalu keras saat memakai pembersih dan jerawat bisa muncul kembali. Masker waja yang terbaik berasal dari alam, selain murah dan mudah didapat, juga tidak ada zat kimia yang membahayakan kulit wajah. anda dapat membuat masker wajah dirumah sendiri dengan jeruk nipis, madu, dll.
Sunscreen atau Anti UV
Produk anti UV (Ultra Violet) dengan kandungan SPF 30 keatas, cocok untuk kulit wajah sensitif. Anti Uv merupakan bagian penting untuk lapisan kulit anda. semua jenis kulit membutuhkannya. Selain menjaga dari sinar matahari langsung, anti UV dapat juga menjaga kulit wajah dari polusi, debu, bakteri, dan lain sejenisnya. Saat ini telah banyak kita jumpai berbagai macam produk anti uv ini baik lotion, cair dan lain-lain.
Moisturiser
Wanita yang memiliki jerawat diwajahnya sering menganggap bahwa dirinya sudah tidak perlu lagi pelembab kulit wajah, karena kulitnya yang sudah berminyak dan memakai pelembab hanya menambah masalah. Namun itu semua hanya sebatas mitos belaka yang perlu ditinggalkan. Padahal sebenarnya kulit wajah berjerawat membutuhkan pelembab setiap hari, sangat penting bagi mereka yang menggunakan krim khusus. Hal ini diungkapkan oleh Dr Neetu Saini dari American Academy of Aesthetic medicine, pastikan selalu produk pelembab kulit wajah mengandung Benzoil Peroksida yang mempunyai efek mengeringkan, dengan adanya zat ini dalam pelembab juga dapat memberikan kelembaban yang butuhkan sehingga kulit wajah tetap dalam kekeringan yang normal dan terhindar dari iritasi. Tapi, bukan hanya itu saja, wanita harus mendapatkan sesuatu yang perfect dengan kondisi dan jenis kulit mereka. NON COMEDOGENIC, label ini harus terdapat pada produk moisturiser anda. Arti istilah ini adalah kandungan dalam moisturiser anda tidak sampai membuat pori-pori kulit tersumbat. Kemudian Gliserin dan Asam Hyaluronic, kedua zat ini sangat berperan dalam menjaga kelembaban yang seimbang dan tidak mengakibatkan iritasi kulit serta tidak menyumbat pori-pori.
Fokus lagi pada produk moisturiser anda. Wanita harus mewaspadai produk berbentuk krim yang mengandung cocoa, butter, mineral oil, krim pendingin, dan lain sejenisnya, karena zat-zat ini sangat rentan mengundang jerawat lebih banyak lagi, jadinya, hindari pelembab dengan kandungan zat-zat ini.
Scrub dan Masker
Menurut ahli Dermatologi, produk perawatan kulit jenis scrub sebenarnya tidak membantu mengobati atau bahkan mengurangi jerawat. Sebaiknya Masker wajah juga mulai dikurangi penggunaanya. produk perawatan kulit wajah berjerawat yang anda butuhkan ini adalah cleaner atau pembersih yang lembut dan NON-ABRASIF yang sesuai jenis kulit. Pengelupasan kulit akan terjadi jika anda menggosok terlalu keras saat memakai pembersih dan jerawat bisa muncul kembali. Masker waja yang terbaik berasal dari alam, selain murah dan mudah didapat, juga tidak ada zat kimia yang membahayakan kulit wajah. anda dapat membuat masker wajah dirumah sendiri dengan jeruk nipis, madu, dll.
Sunscreen atau Anti UV
Produk anti UV (Ultra Violet) dengan kandungan SPF 30 keatas, cocok untuk kulit wajah sensitif. Anti Uv merupakan bagian penting untuk lapisan kulit anda. semua jenis kulit membutuhkannya. Selain menjaga dari sinar matahari langsung, anti UV dapat juga menjaga kulit wajah dari polusi, debu, bakteri, dan lain sejenisnya. Saat ini telah banyak kita jumpai berbagai macam produk anti uv ini baik lotion, cair dan lain-lain.
Labels:
perawatan kulit,
tips,
wanita
7:32 PM
Tiada yang sempurna di dunia ini, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dibalik kekurangan ada keistimewaan, Tim riset ini secara nyata menjelaskan pentingnya peranan Gen BRCA 1, yang diduga sebagai salah satu biang penyakit kanker payudara pada wanita, namun ternyata mempunyai peranan penting pada proses evolusi otak manusia.
Gen Breast cancer susceptibility gene 1 (BRCA 1) dikenal karena peranannya dalam menekan pertumbuhan tumor payudara dan ovarium, diperlukan dalam perkembangan otak manusia. Sebuah riset yang muncul pada Prosiding The National Academy of Sciences dikembangkangkan oleh Ider Verma dan rekan-rekannya dari the Salk Institute for Biological Studies in La Jolla, California AS. Para ilmuwan ini menjelaskan bahwa BRCA 1 ini memiliki peranan penting dalam evolusi otak manusia. Hal ini di ungkapkan pada situs medicalxpress dengan melakukan penelitian pada seekor tikus yang tidak memiliki gen BRCA 1 pada sel induk sarafnya.
Gen BRCA 1 berperan memperbaiki kerusakan DNA saat proses pembagian atau pembelahan sel. Seorang wanita dengan gen ini, cenderung memiliki resiko tinggi terserang penyakit kanker payudara dan ovarium. Gen BRCA 1 ini terdapat didalam neuroepithelium embrio yaitu sel-sel pembentuk sistem saraf pada embrio. Tim riset ini membuat sebuah hipotesis bahwa tingginya aktivitas BRCA 1 dalam sel saraf pusat menandakan peranannya yang penting bagi perkembangan otak, sedangkan embrionik dan sel saraf pusat pada wanita dewasa sangat rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan radiasi ion. Tim riset menyatakan bahwa gen BRCA 1 inilah yang membantu kerusakan ini.
Untuk menguji hippotesa mereka, tim riset membuat sebuah strain pada embrio seekor tikus yang dimodifikasi secara genetik (tanpa memiliki Gen BRCA 1), setelah tikus tersebut lahir, terbukti tikus ini mempunyai masalah pada koordinasi otot dan menjadi sangat gelisah ketika terpisah dari induknya. Kemudian tim riset memeriksa struktur otak tikus tersebut, mereka menemukan kecacatan pada neokorteks. hipokampus dan cerebellum yang merupakan struktur otak keterlibatannya dalam kognisi serta prosesi motorik. Hal ini sangat tidak normal sebab otak menjadi lebih kecil dari ukuran normalnya.
Selain itu, tim riset juga menemukan bahwa BRCA 1 dapat mencegah Protein ATM kinase dari penghancuran sel pembagi. ATM Kinase menghancurkan sel-sel dengan Double Strand DNA kecuali BRCA 1 yang cenderung menekan aktivitasnya. Hal ini menjelaskan mengapa otak tikus tersebut mengalami tingkat kecacatan yang tinggi akibat dari kematian sel-sel. Ketika itu tim riset kemudian membuat strain yang lain pada tikus tanpa BRCA 1 dan protein ATM kinase, mereka menemukan tikus ini tidak memiliki kontrol pada tubuhnya sama sekali. Maka dari itu Verma dan tim risetnya menyatakan BRCA 1 terlibat dalam evolusi ukuran manusia. Manusia dengan microcephaly primer menderita mutasi dari gen MCPH1, yang mengatur BRCA 1, cenderung memiliki ukuran otak yang sama dengan otak simpanse.
sumber:medicalxpress
credit image:wikipedia
Gen Kanker Payudara Berpengaruh Penting Pada Perkembangan Otak
Ditulis Oleh Trader Miskin Pada Wednesday, March 19, 2014 | 7:32 PM
![]() |
| struktur kompleks BRCA 1 |
Tiada yang sempurna di dunia ini, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dibalik kekurangan ada keistimewaan, Tim riset ini secara nyata menjelaskan pentingnya peranan Gen BRCA 1, yang diduga sebagai salah satu biang penyakit kanker payudara pada wanita, namun ternyata mempunyai peranan penting pada proses evolusi otak manusia.
Gen Breast cancer susceptibility gene 1 (BRCA 1) dikenal karena peranannya dalam menekan pertumbuhan tumor payudara dan ovarium, diperlukan dalam perkembangan otak manusia. Sebuah riset yang muncul pada Prosiding The National Academy of Sciences dikembangkangkan oleh Ider Verma dan rekan-rekannya dari the Salk Institute for Biological Studies in La Jolla, California AS. Para ilmuwan ini menjelaskan bahwa BRCA 1 ini memiliki peranan penting dalam evolusi otak manusia. Hal ini di ungkapkan pada situs medicalxpress dengan melakukan penelitian pada seekor tikus yang tidak memiliki gen BRCA 1 pada sel induk sarafnya.
Gen BRCA 1 berperan memperbaiki kerusakan DNA saat proses pembagian atau pembelahan sel. Seorang wanita dengan gen ini, cenderung memiliki resiko tinggi terserang penyakit kanker payudara dan ovarium. Gen BRCA 1 ini terdapat didalam neuroepithelium embrio yaitu sel-sel pembentuk sistem saraf pada embrio. Tim riset ini membuat sebuah hipotesis bahwa tingginya aktivitas BRCA 1 dalam sel saraf pusat menandakan peranannya yang penting bagi perkembangan otak, sedangkan embrionik dan sel saraf pusat pada wanita dewasa sangat rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan radiasi ion. Tim riset menyatakan bahwa gen BRCA 1 inilah yang membantu kerusakan ini.
Untuk menguji hippotesa mereka, tim riset membuat sebuah strain pada embrio seekor tikus yang dimodifikasi secara genetik (tanpa memiliki Gen BRCA 1), setelah tikus tersebut lahir, terbukti tikus ini mempunyai masalah pada koordinasi otot dan menjadi sangat gelisah ketika terpisah dari induknya. Kemudian tim riset memeriksa struktur otak tikus tersebut, mereka menemukan kecacatan pada neokorteks. hipokampus dan cerebellum yang merupakan struktur otak keterlibatannya dalam kognisi serta prosesi motorik. Hal ini sangat tidak normal sebab otak menjadi lebih kecil dari ukuran normalnya.
Selain itu, tim riset juga menemukan bahwa BRCA 1 dapat mencegah Protein ATM kinase dari penghancuran sel pembagi. ATM Kinase menghancurkan sel-sel dengan Double Strand DNA kecuali BRCA 1 yang cenderung menekan aktivitasnya. Hal ini menjelaskan mengapa otak tikus tersebut mengalami tingkat kecacatan yang tinggi akibat dari kematian sel-sel. Ketika itu tim riset kemudian membuat strain yang lain pada tikus tanpa BRCA 1 dan protein ATM kinase, mereka menemukan tikus ini tidak memiliki kontrol pada tubuhnya sama sekali. Maka dari itu Verma dan tim risetnya menyatakan BRCA 1 terlibat dalam evolusi ukuran manusia. Manusia dengan microcephaly primer menderita mutasi dari gen MCPH1, yang mengatur BRCA 1, cenderung memiliki ukuran otak yang sama dengan otak simpanse.
sumber:medicalxpress
credit image:wikipedia
Labels:
BRCA 1,
kanker payudara,
otak,
penyakit,
riset,
sistem saraf,
wanita






